teh! ketikamu minta kubuatkan puisi
anak malaikat itu teh, ia menangis
dan lihatlah!
dia juga membatu
tangannya yang jenaka tak lagi membawa syair
bibirnya pulas menahan air susu ibunya
hanya saja, akuilahmu juga tahu
ini terlalu nyaman untuk tidak berlagu
teh! ini pesananmu
Minggu, 21 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar