Mat Kempul
senjakala abad duasatu tiba meremang.
gundah melangkah loyo melaju.
melangkah gemetar dan ragu menapaki mayapada yang telah bergeliat lemah.
keringatku berbau limbah sungai ciliwung yang sekarat oleh limbah peradaban kini.
wajahku adalah mesinmesin pabrik yang tak punya senyum.
tawaku adalah peradaban industri yang telah memenjarakan norma, manusia dalam kungkungan raksasa yang besar dan mengerikan.
suaraku parau dengan otototot menonjol di leher mencoba menjerit.
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakh! modernisasi bisakah kau ubah haluanmu, berputar balik ke zaman onta gigit tali atau kuda gigit besi!?.
namun zaman berbalik berkacak dan membentakku: apa hak yang ada padamu untuk memaksa zaman!?.
tapi aku benci dasi yang berbau keringat penjajah!.
aku sebal melihat orang yang getol siang malam mencari uang!.
maneku mengeluh mengapa aku lebih suka pakai sepatu bak kafir eropa.
bukankah langgarku yang kecil ini lebih baik dari gedung yang megah itu!?.
mereka lupa akherat. maneku membanding, wis dadi jaman edan.
lalu mustikah aku membenci peradaban?.
perkembangan ilmu dan teknologi?.
gedung bertingkat?.
mengharamkan buah karya pemikiran?.
lalu apa?.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar